Menurut para ahli, gempa adalah getaran yang terjadi di bumi akibat adanya pergerakan lempeng tektonik. Gempa dapat terjadi di permukaan bumi atau di dalam bumi dan dapat menyebabkan kerusakan struktur bangunan dan bencana alam lainnya. Selain itu, para ahli juga menyatakan bahwa gempa dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat memiliki intensitas yang berbeda-beda, tergantung pada faktor seperti kedalaman sumber gempa, jenis dan kondisi lempeng tektonik, serta kondisi geologi di wilayah yang terkena dampak.
Gempa bumi adalah getaran di permukaan Bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba. Hingga saat ini, tidak ada yang bisa memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi. Karena itulah, masyarakat yang berada di lokasi rawan gempa wajib selalu bersiaga.
Dikutip dari situs British Geological Survey, gempa bumi adalah akibat dari pergerakan patahan dalam Bumi secara tiba-tiba. Pergerakan in kemudian melepaskan energi, dan membentuk gelombang seismik yang merambat ke seluruh Bumi. Akibatnya permukaan tanah berguncang. Umumnya pergerakan patahan ini merupakan respons dari deformasi (perubahan wujud) jangka panjang, juga penumpukan tegangan. Pada dasarnya, gelombang seismik bisa dibiaskan atau dibelokkan, layaknya cahaya. Namun, kecepatan gelombang ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan. Ketika gempa terjadi, gelombang seismik inilah yang akan melintasi seluruh Bumi, dan membawa informasi penting soal struktur internal Bumi.
Secara umum, ada tiga penyebab gempa bumi, yakni:
- Gerakan subduksi, Terjadi saat salah satu lempeng turun ke bawah lempeng lainnya, dan menciptakan tekanan yang kemudian dilepaskan.
- Pergerakan lateral, Terjadi saat dua lempeng bergerak sejajar satu sama lain, dan menciptakan gesekan yang kemudian menyebabkan gempa bumi.
- Pelepasan tekanan Batuan di kerak Bumi dapat membentuk tekanan yang dapat dilepaskan secara tiba-tiba, dan akibatnya terjadilah gempa bumi.






.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar